Rabu, 04 Mei 2016

Story in my life (mom💋)

Ibu... Tak akan pernah habis cerita jika mendengar kata itu. Namaku Amrina Rosyada umurku 19 tahun saat ini. Sekarang aku sedang belajar hidup mandiri semenjak kepergian ibuku menghadap ilahi   Akhir tahun 2015 lalu. Flashback awal tahun 2013 pada saat itu aku masih bersekolah kelas XII di smk negeri1 palembang, semua ujian sudah terlewati, tinggal menunggu hasil kelulusan dan tanggal 8 mei 2013 tepat perayaan farewell party disekolah kami, pada saat itu kami diwajibkan membawa wali masing-masing, dan aku mengajak ibuku. Begitu bahagianya saat itu, banyak sekali moment indah yang terjadi pada hari itu. Setelah pesta perpisahan tiba saatnya pengumuman kelulusan, alhamdulilah aku dinyatakan lulus. Tidak lama kelang beberapa hari setelah kelulusan aku mendapat kabar bahwa ibuku terkena penyakit tumor ditangan sebelah kanannya, awalnya aku tak percaya namun ibuku mengatakannya langsung kepadaku disertakan surat vonis dokter yang aku pun tak paham mengartikannya, setelah itu aku tak tahu lagi nasibku setelah lulus dari sma, semua harta benda hampir terkuras untuk berobat dengan biaya yang tidak sedikit dari masuk keluar rumah sakit kerumah sakit yang lain sampai pengorbatan alternatif dan meminum obat herbal kami lakukan untuk kesembuhan ibu. Semenjak itu aku tidak melanjutkan pendidikanku ke perguruan tinggi dan aku memutuskan untuk bekerja disalah satu mall dikawasan palembang. Hari demi hari kulalui bersama ibuku dengan keadaannya yang harus keluar masuk rumah sakit, bagi kami rumah sakit adalah rumah kedua, keadaan ibuku amat tak ada perubahan layaknya orang sehat biasa, aku sangat bersyukur melihat ibuku yang bisa mengajakku jalan-jalan seperti biasa sebelum ada penyakit ditubuhnya, jendolan ditangannya pun hilang setelah di sedot, setelah 3bulan kemudian jendolan itu berpindah ke payudara ibu, ibu sangat menderita dengan penyakitnya itu, kemudian dokter menyarankan melakukan kemotrapi dengan biaya obat yang tidak murah berkisaran 400-500rb/minggu, dimana setiap minggi harus rutin melakukannya sampai 25x. Hari demi hari dijalani ibu dirumah sakit bersama ayahku, dan aku harus mengurus rumah dan adikku satu-satunya. Ingin marah, ingin berontak tapi inilah kenyataannya.  2014 awal kemotrapi pertama dijalani ibu, proses pengobatan ibu pun tidak mulus, berbagai kendala seperti sulitnya bertemu dokter yang menangani ibu, tapi lama kelamaan kondisi ibu semakin membaik, aku sangat bahagia dengan perubahan ibu yang bisa sehat kembali, pada awal 2015 ibu menghadiri pesta pernikahan saudara jauh kami, kondisinya pun semakin hari semakin membaik, walaupun tergantung dengan kemotrapi dokter. Pertengahan 2015 tepat pada hari raya idul fitri dan idul adha ibu masih bisa bersilaturahmi kerumah sanak saudara kami dengan kondisi yang agak menurun. Pada awal november 2015 ibu telah tuntas menyelesaikan kemi sebanyak 25x, tapi apa yang didapat kondisi ibu semakin menurun, pada akhir november 2015 mama sering mengeluh sakit kepala yang tak terkontrol sehingga ibu harus dilarikan ke RSMH mungkin penyakit tumor ibu telah menggerogoti kepala nya. Hari demi hari kondisi ibu semakin menurun dan makan pun ibu tak mampu, sungguh tak tega melihat kondisi ibu wanita yang paling aku sayangi seperti ini tergolek lemas tak berdaya. Minggu 13 desember 2015 18 hari sudah ibu dirawat di rumah sakit dan kondisinya semakin menurun tak ada perubahan sama sekali, tetapi ia bisa menghabiskan makanan yang diberi dokter dan dia megatakan penglihatannya sedikit samar-samar. Senin, 14 desember 2015 pukul 17.00 aku bersama pacarku melihat kondisi ibu di rumah sakit tetapi ibu sudah terbaring lemah hanya saja sesekali tangan dan kakinya bergerak ke kanan dan ke kiri, betapa tak kuasanya aku saat itu. Selasa 15 desember 2015 pagi-pagi sekali aku mengunjungi ibu tetapi kondisinya tidak berubah malah semakin parah aku sangat sedih air mataku tumpah dan ayah menyuruhku untuk tetap bekerja. Setelah pulang kerja pukul 22.30 aku tiba di rumah sakit malam ini aku memutuskan untuk menginap seperti biasa aku ditemani pacarku kesana tetapi malam ini di hanya mengantarku ke pintu masuk dan didepan nya sudah ada ayah yang menungguku. Aku dan ayah masuk ke ruangan dan apa yang kulihat ibuku sudah tidak bisa bergerak lagi hanya napas tersedat disertai alat bantu pernapasan, didalam ruangan kami bersama oom dan nenek untuk menjaga ibu. Mereka semua telah tertidur sementara aku dan ayah masih terus memandangi ibu dengan membaca surat yasin tak putus dipanjatkan ayah untuk meminta keajaiban buat kesembuhan ibu. Ayah pun memutuskan untuk tidur sementara aku masih belum bisa tertidur sesekali ku lihati wajah ibu wanita yang selalu menjagaku dan menyayangiku waktu kecil sekarang terbaring lemah dan hampir tak tertolong, ku pegangi tangan dan kuciumi pipi dan keningnya disertai air yang terus membasahi pipiku, sampai akhirnya pulul 01.30 malam aku melihat wajah ibu berubah dan aku segera membanguni semua orang terutama ayahku, napas ibu semakin tersendat ayah semakin melafaskan untuk mengingat allah, dan kami semua sudah mengikhlaskan ibu pergi hingga sampai 3x hembusan nafas setelah itu ibu menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya 16 desember 2015 pukul 01.50. Tidak ada lagi wanita mulia yang aku kasihi yang aku andalakan yang selalu menjadi tempatku untuk mengadu. Ibu ditutupi dengan kain berwarna putih dan kami harus meninggalkan kamar rumah sakit lematang 5 itu, kaki ku keram tak berdaya mengantar ibu untuk pulang dengan keadaan tak bernyawa bagaimana dengan nasib adikku yang masih sangat butuh ibu, tangis pun pecah tak pernah-pernah ku dapati ayah laki-laki tegar itu meneteskan airmata nya seperti ini, kami mendorong ibu melewati lorong-lorong rumah sakit yang sepi sunyi tak ada kehidupan, kami harus melewati kamar mayat, dimana banyak mayat-mayat berlintangan dan kami melewatinya seperti mati rasa. Ya allah aku telah kehilangan ibuku aku masih sangat butuh dia, aku tak tahu bagaimana nasibku tanpanya, begitu besar perjuangannya untukku sementara aku belum bisa membahagiakannya bahkan sering membuatnya kecewa karenaku, aku tak bisa lagi melihatnya ataupun memeluknya seperti dulu, tiada lagi dia disampingku, hanya kenangan indah yang bisa aku ingat, ibu tak akan kembali lagi dan berkumpul bersama kami. Ya allah ya rabb pencipta langit dan bumi yang menentukan hidup dan mati titip ibuku tempatkanlah dia disurga mu ya allah aku sangat menyayanginya, hanya doa yang bisa aku panjatkan buat ibu mungkin dulu aku tak pernah memberinya hadiah, surga untukmu bu tunggu kami disurga... Aku janji akan menjaga adik dan ayah karena hanya mereka yang aku punya sekarang... Love you so much mom, we love you.., we miss you terimakasih telah membesarkan ririn bu 😘😭💐